Berita


SMKN 1 Bawen Gelar Puncak Kegiatan Roots Indonesia


Sebagai salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK), SMKN 1 Bawen melaksanakan program Root’s Indonesia Antiperundungan di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sejak bulan September 2021 dengan jumlah peserta 50 anak. Peserta kegiatan Root’s ini merupakan peserta didik kelas X dan XI yang populer di sekolah. Dalam kegiatan Root’s ini para peserta yang kemudian disebut sebagai Agen Perubahan (AP) didampingi oleh Fasilitator Guru atau disebut fasgu dari tim Kepesertadidikan da BK, serta panitia kelas XII. Selama bulan September – Oktober 2021, kakak-kakak AP melaksanakan diklat antiperundungan dengan materi sejumlah 15 modul.

Acara puncak kegiatan Root’s Indonesia Antiperundungan di SMK Negeri 1 Bawen, digelar Rabu (27/10). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMKN 1 Bawen, dengan menghadirkan beberapa tamu undangan seperti Pengawas Pembina SMK, Ketua Komite Sekolah, Kepala Kecamatan Bawen, Kepala Kelurahan Bawen, Danramil 13/ Bawen, dan perwakilah dari Kepolisian Sektor Bawen. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan bapak/ ibu guru SMKN 1 Bawen.

Puncak Kegiatan Root’s Indonesia dibuka oleh Kepala SMKN 1 Bawen yang pada kesempatan hari itu diwakili oleh Waka Kehumasan Ibu Imro’atul Azizah, S.Pd., M.Si. Acara dilanjutkan dengan penampilan dari Kakak-Kakak AP. Paduan suara yang menyanyikan lagu Pelajar Pancasila mampu membuat audiens terharu dan bangga. Penampilan yang tak kalah menariknya adalah drama pendek yang berjudul “Sok Suci”. Penampilan semakin meriah dengan pembacaan puisi, tari, dan berbalas pantun.

Dalam kesempatan hari itu, Ibu Novita yang merupakan perwakilan orang tua dari Agen Perubahan (AP) juga menyampaikan sambutannya. Beliau mengaku bangga dengan apa yang sudah dipersembahkan oleh kakak-kakak AP.

Dipenghujung acara ada Deklarasi Antiperundungan yang diikrarkan kakak AP dan diakhiri dengan pembubuhan tanda tangan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemutaran video pendek persembahan dari panitia kelas XII dan para AP. Video pendek yang mengankat tema antibullying itu mendapat apresiasi dari bapak Dalih Usman, S.Pd., M.Pd. selaku pengawas Pembina SMKN 1 Bawen. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa bullying atau perundungan bukanlah produk pendidikan. Sehingga beliau mengajak para agen perubahan untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah didapatkan selama diklat dan bisa menularkan dengan teman-teman yang lain. Harapannya tercipta sebuah sekolah yang nyaman, damai dan menyenangkan.





Media Sosial